KPK menghadirkan Darwin Maspolim sebagai tersangka dalam prosedur pengembalian pajak WAE

Hasil gambar untuk kpk

Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga, Darwin Maspolim, ditetapkan sebagai tersangka dalam suap untuk potongan pajak perusahaan. Status tersangka Darwin Maspolim dilaporkan Kamis (15/8/2013) oleh wakil presiden KPK Saut Situmorang di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta selatan.

Saut menyatakan bahwa PT WAE adalah perusahaan investasi asing yang mengelola dealer mobil untuk melayani berbagai merek otomotif. Merek mobil yang diharapkan adalah Jaguar, Bentley, Land Rover, dan Mazda. Korupsi merujuk pada pengajuan keringanan pajak PT WAE sebesar Rp 5,3 miliar di tahun 2015 dan Rp 2,7 miliar di tahun fiskal 2016.

“Setelah KPK menemukan bukti awal yang cukup, mereka melakukan penyelidikan dan menunjuk lima tersangka,” kata Saut.

Di sebelah Darwin Maspolim, yang diangkat menjadi presiden komisaris PT. WAE (sebelum 2017) dan komisaris PT. WAE (mulai 2017), KPK juga telah menerapkan status tersangka kepada 4 orang lainnya, yaitu:

1. YD (Yul Dirga) Kepala Layanan Pajak Investasi Asing, Kantor Khusus Daerah Jakarta, Penyelidik Resmi
2. HS (Hadi Sutrisno) Pengawas tim pemeriksa pajak PT WAE di kantor pelayanan pajak untuk investasi asing Tiga
3. JU (Jumari), presiden Tim Pemeriksa Pajak PT WAE
4. MNF (M Naim Fahmi), anggota tim audit pajak PT WAE

“DM mencurigai bahwa pemegang saham PT WAE diduga menyuap Rp 1,8 miliar kepada YD, HS, JU dan MNF karena telah menyerahkan potongan pajak PT WAE sebesar Rp 5,03 miliar pada tahun 2015 dan tahun fiskal 2016 sebesar 2,7 miliar rp untuk menyetujui miliaran, “kata Saut.

Pada 2015 Saut menyatakan bahwa PT WAE mengajukan SPT tahunan dan meminta pengembalian uang Rs. 5,03 miliar. Kantor PMA 3 kemudian melakukan inspeksi lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *